▼
Senin, 19 Februari 2024
Senin, 12 Februari 2024
Perpindahan Jiwa Zea
PERPINDAHAN JIWA ZEA
Disuatu hari hiduplah seorang anak perempuan bernama Zea Aira Syafana. Zea hidup sendiri karena ayah dan ibunya telah meninggal dunia karena kecelakaan saat usia Zea masih 12 tahun. Zea tinggal bersama bik Sumi sang asisten rumah tangganya. Diusia Zea yang masih 19 tahun, ia harus bisa mengambil alih perusahaan sang ayah.
Saat ini Zea sedang berjalan sendiri dibawah gelapnya malam. Ia melamun dan meratapi nasibnya. Di saat anak-anak seusianya masih bisa bersenang-senang dan hidup bersama keluarganya yang lengkap, ia malah harus memegang tanggung jawab sang ayah seorang diri. Lama Zea berjalan sambil melamun sampai tidak menyadari dari arah berlawanan ada truk yang melaju kearahnya. Ia tidak dapat menghindarinya lagi. Aaaaa!!! Brak... "Ayah Ibu, Zea datang," ucapnya sambil tersenyum, lalu tak sadarkan diri.
"Euhhh," suara leguhan halus terdengar dari gadis yang sudah 2 minggu ini koma. "Nak kamu sudah sadar sayang? Apanya yang sakit, bilang sama mama yang mana yang sakit," ucap wanita itu sambil berkaca-kaca. "Maaf anda siapa ya? Kenapa anda mengaku ngaku sebagai mama saya, mama saya sudah meninggal saat saya berusia 12 tahun," ucap Zea sambil menatap kebingungan. "Sayang kamu tidak kenal dengan mama nak?." Beberapa saat kemudian seorang dokter datang dan memeriksa keadaan Zea. "Bagaimana keadaan anak saya dok?," tanya sang papa pada dokter. "Sepertinya anak bapak dan ibu mengalami amnesia setelah kecelakaan itu," jawab sang dokter dan dokter itupun pamit untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Sayang, kamu beneran lupa sama mama dan papa?," tanyanya pada Zea dan dibalas dengan anggukan kepala. "Jadi begini ceritanya, kamu adalah anak ketiga kami dan kamu bernama Zea Putri Kharisa, kamu mempunyai 2 abang bernama Kenzi dan Kenzo, kamu mengalami kecelakaan tabrak lari 2 minggu lalu dan koma." Setelah mendengar penjelasan sang mama, Zea jadi tahu bahwa saat ini dia mengalami transmigrasi atau perpindahan jiwa.
Zea sedikit terkejut saat melihat pantulan wajahnya dikaca yang diberikan oleh sang mama. Dan dia mulai mengerti, sekarang dia berada di tubuh seorang anak berusia 17 tahun yang cupu dan selalu dimusuhi teman-temannya termasuk kedua abangnya. Zea mendapatkan beberapa ingatan masa lalu dari pemilik raga yang ditempatinya saat ini. Dan dia akan melanjutkan kehidupan keduanya ini sebagai Zea Putri Kharisa dan bukan lagi Zea Aira Syafana. Mungkin raganya yang dulu sudah meninggal dan sekarang Zea berada di raga orang lain. Ia akan melanjutkan kehidupan keduanya ini dan membalaskan dendam sang pemilik raga ini.
Setelah siuman 3 hari lalu, akhirnya hari ini Zea diizinkan untuk pulang. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya Zea sampai di rumahnya dan dia akan kehidupan barunya mulai dari sekarang. "Oke Zea kita akan memulai permainannya mulai dari sekarang," ucap Zea dalam hati.
Saat berjalan memasuki rumah, Zea melihat di ruang tamu ada kedua abangnya dan wanita licik yang membuatnya kecelakaan dan teman cowok kedua abangnya yang bernama Revan. Cowok yang sangat di kejar-kejar oleh Zea Putri Kharisa dulu. Itulah ingatan yang didapatkan Zea dari pemilik raga ini.
Semua orang yang berada di ruang tamu menatap heran pada Zea. Mereka merasa sikap Zea berubah setelah kecelakaan itu. Zea yang biasanya selalu mencari perhatian pada Revan teman sang abang, sekarang tidak lagi bahkan melirikpun tidak. "Kenapa dia ngak ngejar-ngejar aku lagi, kenapa dia sekarang berubah ya?," ucap Revan dalam hati.
Setelah 1 minggu kemari pulang dari Rumah Sakit, akhirnya sekarang Zea mulai sekolah lagi dan memulai hari-harinya seperti biasanya, tetapi dengan berbeda kepribadiaan dan sikap. Dari Zea yang suka ngemis-ngemis cinta dan rela merendahkan harga dirinya demi Revan menjadi Zea yang tidak lagi melakukan itu.
"Zea, akhirnya kamu udah masuk sekolah lagi, kangen tahu sama kamu," ucap salah satu teman Zea. Dari ingatan pemilik raga dia adalah Eva sahabat baik Zea. "Apaan sih kamu lebay banget deh," jawab Zea lalu duduk disebelah Eva. "Oke Zea mari kita memulai permainannya dan mengungkap kebusukan wanita itu," ucapnya dalam hati.
Saat ini Zea dan Eva sedang berada di kantin. "Eh Zea lihat tuh ada kak Revan dan kedua abang kamu, em sama si mak lampir juga tuh," ucap Eva pada Zea. Zea hanya melirik dan tidak melakukan apa-apa pada Revan seperti yang di lakukan Zea dulu. "Kamu ngak ke kak Revan Ze?," tanya Eva pada Zea. "Nggak Va ngapain juga."
Revan yang melihat Zea tidak menemuinya seperti biasanya pun merasa sangat aneh dengan sikap Zea yang tiba-tiba berubah. Ia merasa Zea saat ini telah berbeda. Zea yang sekarang adalah Zea yang bodo amat dan bukan Zea seperti dulu yang selalu caper demi mendapatkan perhatian darinya. "Eh kalian ngerasa nggak sih, setelah pulang dari Rumah Sakit sikap Zea jadi berubah?," ucap Vano sahabat Revan. Kenzi dan Kenzo yang mendengar itupun mengiyakan ucapan Vano. "Bagus deh biar dia nggak caper lagi ke Revan," timpal Ana
1 bulan berlalu dan sikap Zea sekarangpun telah berubah 180⁰. Kenzi dan Kenzo pun dianggap tidak ada oleh Zea. Zea yang sekarang adalah Zea yang bodo amat dan bukan Zea yang menye-menye. Revan yang melihat perubahan sikap Zea pun merasa agak geram karena Zea sudah tidak pernah peduli padanya bahkan untuk meliriknya pun tidak.
"Zea-zea, kamu kenapa bodoh sekali sih hahaha, kamu rela ngemis-ngemis cinta pada Revan yang jelas-jelas Revan sukanya sama aku. Oh ya kamu bahkan sekarang udah nggak disayang bahkan dianggap adik sama Kenzo dan Kenzi. Waduh kasihan, emm kamu tahu nggak yang buat kamu kecelakaan itu sebenernya adalah aku, dan yang sebarin foto kamu saat mau diperkosa 2 preman itu juga aku, bahkan aku yang bayar 2 preman itu hahaha, dan tentang fitnah-fitnah yang selama ini aku buat itu yah semuanya berhasih. Kenzi, Kenzo, Revan dan yang lainnya semuanya memihak padaku. Sekarang kamu sendiri, kedua abang kamu aja sekarang udah nggak percaya sama kamu. Zea-zea ini adalah balasan buat kamu, karena kamu itu selalu beruntung soal semuanya. Keluarga, pertemanan dan semuanya memihak padamu. Sedangkan aku? Nggak seberuntung kamu, oleh karena itu aku menghasut semua orang agar benci sebenci-bencinya sama kamu. Dan yah sekarang aku berhasil, semua orang udah benci sama kamu," ucap Ana pada Zea. "Kamu jahat Ana, karena rasa iri dan dengki kamu, kamu rela melakukan semua itu," ucap Zea lalu pergi meninggalkan Ana.
Setelah pengakuan Ana 3 hari lalu dan Zea telah merekam semuanya, sekarang Zea tinggal menunggu waktu yang tepat untuk semua kebenaran ini. "Oke mari kita ungkap 2 hari lagi tepat diacara hari jadi SMA," ucapnya zea dalam hati.
Sekarang adalah hari jadi SMA Pelita, dimana semua kebenaran akan terungkap. Acara sudah mulai dari jam 19.00 tadi dan sekarang lampu-lampu padam. Semua orang menatap heran pada panggung. "Eva sekarang putar," ucap Zea. Beberapa saat kemudian ada cahaya dari atas panggung dan diikuti oleh rekaman suara Ana beberapa hari lalu. Semua orang syok saat mendengar ungkapan dari rekaman suara itu. "Nggak itu nggak bener itu semua bohong," teriak Ana tiba-tiba. Semua orang tidak menyangka gadis yang terkenal polos, rendah hati dan ramah ternyata memiliki hati yang begitu busuk.
Setelah mendengar suara rekaman tadi Kenzi dan Kenzi merasa sangat bersalah. Mareka merasa gagal menjadi seorang kakak. Mereka merasa bodoh, karena tidak tahu adik satu-satunya selama ini menderita. Mereka telah mempercayai orang lain yang ternyata adalah dalang dari semua masalah ini. Revan merasa menjadi pria paling bodoh. Ia telah menyia-nyiakan seorang gadis yang berhati mulia demi Ana yang merekayasa cerita hoax.
"Zea maafin aku, aku merasa jadi pria paling bodoh di dunia ini, aku nggak bisa bedain mana yang bener dan mana yang salah, maafin aku zea, karena aku tidak pernah mendengarkan semua penjelasanmu," ucap Revan penuh sesal. "Aku sudah memaafkan kakak dari dulu sebelum kakak minta maaf, tapi aku tidak bisa jika harus seperti dulu lagi, maaf kak hatiku terlanjur sakit," jawab Zea lalu pergi meninggalkan Revan.
"Dek maafin abang, abang nggak tahu dek, abang merasa jadi manusia paling bodog, pliss dek maafin abang ya dek," ucao Kenzo lalu memeluk Zea dan menangis. "Iya bang, tapi Zea mohon jangan ulangi lagi ya, Zea sayang banget sama abang, abang harus janji nggak akan ulangi sikap abang yang kemarin ya," jawab Zea.
"Dek abang minta maaf ya, abang selama ini diam karena abang nggak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi setelah mendengar rekaman suara kemarin abang jadi tahu kamu ternyata tidak salah, dan maafin abang ya karena nggak pernah peduli sama kamu," ucap Kenzi. "Bang sebenernya aku bukan Zea, aku orang lain bang, aku mengalami transmigrasi ditubuh ini dan sekarang aku telah mengungkap semua kebenarannya," ucap Zea jujur. "Nggak dek kamu adalah adek abang, ini adalah tubuh kamu yang sebenarnya," jawabnya. "Maksud abang?," tanya Zea. "Jadi gini dek, kamu dulu mengalami kecelakaan saat usiamu 9 tahun dan setelah kecelakaan itu kamu mengalami amnesia, abang merasa setekah kamu sadar itu adalah bukan kamu, kita dekat tapi hati abang ngerasa kamu jauh, maka dari itu abang cuek sama kamu, tapi setelah kecelakaan kemarin abang merasa kamu telah kembali dek, yah adek abang yang sebenernya telah kembali dan ini adalah ragamu yang sebenernya," ucap Kenzi panjang lebar. "Jadi ini adalah raga aku yang sebenernya? Ya Tuhan terimakasih atas rencanamu yang begitu indah ini," ucap Zea kaku ia memeluk kenzi dengan sangat erat.
Untuk mempelajari lebih lanjut klik disini
